Jatuh Cinta Pada Homeschooling

Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Segala kebutuhan anak berusaha untuk didahulukan daripada kebutuhan untuk sang orang tua. Begitu juga dengan saya.

Jauh sebelum anak saya dilahirkan bahkan sebelum saya tahu kelak akan menikah dengan siapa, saya suka sekali tulisan-tulisan, talk show atau apapun yang berkaitan dengan keluarga dan sejenisnya. Dari tulisan-tulisan, talkshow di radio maupun talk show di televisi yang saya ikuti, semua mengantarkan pada satu pilihan pendidikan yang terbaik menurut pencernaan pikiran saya, Homeschooling.

Homeschooling di Indonesia saat ini sudah mulai banyak dipilih oleh orang tua di Indonesia, bahkan diantaranya adalah ahli-ahli mengenai pendidikan anak dan keluarga. Sebagai contoh adalah Seto Mulyadi, Neno Warisman, Ratna Megawangi, Septi Peni Wulandari (penemu Metode Jarimatika) dan sebagainya.

Mengapa homeschooling?

Sebenarnya banyak alasan saya untuk memilih homeschooling, tapi alasan utamanya adalah karakteristik anak saya yang sulit untuk duduk diam. Dia, menurut pengamatan saya (mudah-mudahan tidak salah), adalah tipe anak dengan kecerdasan kinestetik. Anak dengan tipe kecerdasan kinestetik adalah anak yang belajar dengan bergerak. Dengan sistem pendidikan di sekolah yang lebih banyak duduk diam tentu akan membuat anak saya kurang nyaman dan kurang maksimal.

Sekarang yang menjadi pertanyaan buat saya adalah mengenai kesanggupan saya untuk menjalankan homeschooling pada anak saya. Saat ini usia anak saya mendekati 1,5 tahun. Mudah-mudahan masih cukup waktu untuk saya mempersiapkan diri untuk itu.

Nb:
  • Mohon do'anya ya.
  • Adakah teman-teman di Balikpapan yang menerapkan homeschooling? Mohon sharingnya ya.

Komentar

  1. senang sekali ketemu tmn d 1 kota yg mo HS. smg bisa saling berbagi nanti. istri saya jg berharap bs kontak dg mba sheila.

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah... dapat teman yang mau nerapin HS juga di kalimantan, meskipun saya di Samarinda, dan mb di Balikpapan... tapi rasanya saya jadi lebih termotivasi untuk nerapin HS tahun ini ke 2 anak saya... karena di Smd informasi tentang HS di diknas sendiri masih simpang siur... tapi dengan adanya komunitas akan sangat membantu... mbak kita sharing yuk!

    BalasHapus
  3. Untuk yg di Balikpapan. Kenapa gak buat acara kumpul2 dulu untuk Ortu yang menerapkan HS. Biar bisa share pengalaman bahkan buat HS majemuk (grup).
    Saya ingin memulai, cuman bingung untuk buat standarnya.

    BalasHapus
  4. wah... seneng banget nih kalo ada komunitas HS di Balikpapan. kapan nih acara kumpul2nya biar saya bisa ikutan belajar gimana caranya menerapkan HS untuk 2 anak saya yang masih batita.

    BalasHapus
  5. Bu klo ada info kopdar homeshooler sy mau ya di hubungi....vinda

    BalasHapus
  6. Maaf Mbak Vinda baru baca komennya.

    Balikpapan belum pernah ada kopdar nih.

    BalasHapus
  7. Mbak.. saya juga sedang menerapka homeshcool untuk anak. Mohon info, share untuk bisa berbagi.. kalau ada komunitas di Balikpapan saya mau Mbak.. Jenar

    BalasHapus
  8. Maaf, baru lihat pesannya.
    Komunitas HS di Balikpapan belum ada, Mbak Jenar.
    Masih belum ketemu yg benar2 mau aktif membentuk komunitas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak sy tertarik dg homeschooling, dimanakah sy bs mendapatkan program HS utk anak sy di Balikpapan? Mohon infonya. Trims

      Hapus
  9. Sayasudah buat grupnya teman-teman.

    https://www.facebook.com/groups/BalikpapanHomeschoolers/

    BalasHapus
  10. After analyzing your article you have to recognize what I surely have written here dr. ryan shephard . This one is being written after you have a proposal from you.

    BalasHapus

Posting Komentar

Silakan berkomentar

Postingan Populer