Panen Sawi ala Saya

Jumat, 25 April 2014

0 komentar


Memanen sawi cara petani malas ala saya.
Menggunting batang-batang sawi bagian luar untuk dipanen, sementara bagian tengah saya biarkan tetap tumbuh untuk dipanen dikemudian hari, insya Allah.

Alhamdulillah.

‪#‎GrowFoodNotLawn‬

Komunitas Homeschooling Balikpapan

Senin, 21 April 2014

6 komentar
Beberapa (eh, sebenarnya cuma dua sih) posting saya tentang homeschooling, mendapat beberapa komentar.
Sebagian besar menanyakan tentang kumpul-kumpul keluarga homeschooling di Balikpapan.
Berhubung memang belum ada, ya saya jawab kalau belum ada.

Selain dari posting di blog, di facebook juga ada beberapa teman yang tanya dan ingin kumpul-kumpul.

Setelah menunggu dan menunggu, qodarullah ternyata tetap belum ada yang membuat komunitas atau kelompok keluarga HS di balikpapan.

Jadi, meskipun saya merasa belum cukup pengetahuan untuk menjadi tempat bertanya tentang homeschooling, akhirnya saya nekad juga membuat komunitas.
Mungkin, takdir Allah 'memaksa' saya untuk belajar lebih banyak.

Jika membutuhkan, sila gabung di:

https://www.facebook.com/groups/BalikpapanHomeschoolers/

Semoga tidak kecewa ketika mendapati bahwa banyak yang saya tidak tahu.

Mari berbagi.

Terong Bulat di Halaman Kami

Selasa, 15 April 2014

0 komentar


Ada yang menarik tentang tanaman terong bulat ini.
Setidaknya menurut saya dan di halaman rumah kami.
Dua gambar di kiri adalah bunga dari dua tanaman yang selamat dari hama.
Mereka bisa tumbuh hingga berbuah.
Sementara empat tanaman yang lain yang memang ditanam di tempat yang berbeda dari yang dua tadi, daunnya keriting diserang hama.
Sehingga daun-daunnya saya pangkas habis.
Begitu pula sebagian besar cabangnya.
Jadilah mereka yang tertanam hanya tinggal batang dengan satu atau dua cabang yang tersisa.

Qodarullah, setelah ada labu merah tumbuh di dekat mereka, tanaman-tanaman terong bulat itu berangsur tumbuh dengan baik.
Bahkan salah satunya mulai berbunga.
Masya Allah, uniknya bunga yang muncul berbeda dari dua bunga sebelumnya.
Sebenarnya, ada berapa macam jenis terong bulat?

Apakah benar labu merah mengusir hama?

Mari belajar lagi.


‪#‎GrowFoodNotLawn‬

Beginilah Berkebun

Rabu, 02 April 2014

0 komentar
Alhamdulillah 'ala kulli haal.

Kemarin, saya mencabut dua tanaman paprika yang layu dan nyaris mati.
Sepertinya mereka terserang thrip.
Satu sudah sempat berbuah, yang lainnya belum.

Hari ini saat saya memeriksa tanaman ginseng jawa, kutu putih yang beberapa hari lalu saya lihat, semakin banyak.
Ternyata mereka bukan tersesat, tapi memang benar-benar menyerang.
Kesimpulan dari mana kalau mereka tersesat?
Sebenarnya itu prasangka baik untuk menghibur diri

Kutu putih ini memang 'luar biasa' tangguh.
Berbagai tanaman diserang.
Eh, mustinya saya juga harus lebih tangguh dong.

Tapi, tetap selalu ada yang menyenangkan di kebun.
Ada dua bunga kunyit yang cantik.
Tentu saja bisa jadi obyek untuk motret.

Ada tanaman terong bulat yang sebelumnya sempat saya gunduli dan saya potong sebagian batangnya karena keriting terserang hama, mulai tumbuh dan berkurang keritingnya.
Meskipun tetap belum berbunga.
Qodarullah, ada dua kemungkinan penyebab dia mulai membaik.
Tanaman labu merah yang subur meski tumbuh di antara beberapa tanaman yang terserang hama.
Atau beberapa tanaman jahe?
Kemungkinan terbesarnya sih, labu merah itu.
Wallahu a'lam.

‪#‎GrowFoodNotLawn‬

Berkebun, Suatu Hari.

Senin, 31 Maret 2014

0 komentar
Tadi siang, saya sudah membongkar tiga karung pupuk dan dibagi-bagi ke beberapa petak.
Lumayan rasanya di bahu karena pupuk-pupuk di karung itu dibawa kesana kemari, dari petak satu ke petak yang lain.

Ketika memeriksa tanaman buah naga, ternyata satu kelompok masih didatangi hama.
Jadilah saya menjumputi hama-hama itu
Tanaman buah naga yang satu lagi, ternyata bunganya seperti akan membusuk.

Kangkung yang baru mulai tumbuh, tetap 'hilang' daunnya.
Sedangkan bayam, sebagian patah dan sebagian masih tercabik-cabik.
"Hmmm..... Kalian suka ya, burung-burung?"

Eh, tapi ada kecipir kedua yang muncul.
Dan kacang panjang juga mulai bermunculan.
Di antara mereka, bunga kecipir dan kacang panjang yang serupa tapi tak sama, 'tersenyum' cantik.
Secantik anggrek.

Ada bermacam-macam serangga di antara tanaman.
Sebagian membuat lubang-lubang di daun.
Dan si kodok melompat, saat saya memindahkan sekelompok tanaman lengkuas.

Alhamdulillah 'ala kulli haal......
Rupa-rupa rasanya berkebun.

ketika Anak Memilih jadi Orang 'Biasa'

Senin, 17 Februari 2014

0 komentar
Ketika kita menyediakan bagi anak sarana yang relatif mahal untuk ukuran kantong kita, adakah terbersit di hati kita meminta balasan hasil yang setimpal sesuai standar kita?

Ketika kelak anak memutuskan menjadi orang 'biasa' menurut standar umum, siapkah kita?
Ketika kelak anak memilih 'hanya' menjadi seorang guru ngaji di kampung yang tak dikenal oleh siapa-siapa kecuali muridnya,
atau
ketika kelak anak memilih menjadi pedagang kaki lima atau pedagang pasar,
atau
profesi 'tak dikenal' lainnya,
siapkah kita?

Padahal, sudah begitu banyak buku-buku mahal kita belanjakan...
Padahal, sudah begitu banyak mainan edukatif kita sediakan...
Padahal, sudah begitu banyak uang yang kita keluarkan untuk berbagai macam kursus...

Ikhlaskah kita kelak?

Bahwa ternyata profesi yang dipilihnya, tak ada kaitannya dengan pengeluaran mahal kita di masa kecil anak.
Bahkan ternyata, profesi itu tak memerlukan belanja mahal seperti yang pernah kita keluarkan.

Siapkah mendengar komentar orang,"Tuh kan... Anak nggak disekolahin, ya nggak jadi apa-apa."

Siapkah?
Ikhlaskah?

Semoga Allah selalu menjaga niat kita tetap lurus di jalanNya

__________________
*Tidak bermaksud mengecilkan arti profesi di atas. Hanya mencoba menggambarkan standar umum di Masyarakat.

Tak Seperti Ibu Franklin

Sabtu, 25 Januari 2014

0 komentar
Menjelang tidur siang tadi, tiba-tiba Zaki bertanya,"Bunda, kenapa Bunda tidak seperti Ibu Franklin?"

Saya balik bertanya,"Ibu Franklin seperti apa?"

"Tetap mengajak anaknya main, walaupun sibuk bekerja," jawab Zaki

Saya terdiam dan Zaki pun mulai tertidur.

Pertanyaan itu membuat saya mengingat-ingat keseharian kami.
Kesibukan saya dan kegiatan mandiri Zaki.

Selama ini ketika saya sibuk dengan berbagai kegiatan di rumah, dan Zaki memang tenang dengan kegiatannya sendiri.
Baik bermain maupun membaca.
Atau asyik mengutak-atik ini dan itu.
Mungkin karena saya menganggap Zaki sudah mulai besar, hingga keterlibatan saya pada kegiatannya banyak berkurang.
Beberapa kali sehari saat saya sedang sibuk, memang ia memanggil untuk meminta saya melihat ini dan itu atau membantu ini dan itu.
Saya benar-benar menemaninya saat pekerjaan saya sudah banyak yang terselesaikan.
Tapi sungguh, saya baru menyadari bahwa ternyata ada yang 'kosong' pada ruang hati Zaki.

Ah, betapa pengertiannya dirimu, Nak.
Berusaha bersabar pada kesibukan Bundamu ini.
Memendamnya diam-diam hingga Ibu Franklin menyentuh hatimu.
Betapa tak pekanya Bundamu ini, Nak.
Menganggap semuanya baik-baik saja karena kau tampak tenang-tenang saja.

Buku itu saya raih dan buka.
Mencari halaman berisi kata-kata yang menyentuhmu.
Lalu terbaca tulisan-tulisan itu dan ilustrasi yang menggambarkannya.

"Ibu Franklin mau menemani Franklin bermain lempar tangkap bola meskipun sedang sibuk."



Sepertinya saya mulai terlalu sibuk bagi Zaki.
Hingga waktu bermain bersamanya berkurang.

Maafkan Bundamu, Nak.
Semoga kau tak lelah mengingatkanku.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...